Dengan Modus ini, Seorang Guru SMK di Medan Tega Nodai Siswinya, dan Dilakukan di Pinggir Tol

Bagikan Dong!

Medan, indometro.club  –

Kasus oknum guru SMK tega setubuhi dua siswinya sendiri terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara. Diketahui yang menjadi pelakunya adalah pria 49 tahun berinisial PG. Sedangkan korbannya berinisial MNH (14) dan AN.

Pelaku melakukan aksinya terhadap korban di lokasi dan waktu yang berbeda.

Dihimpun dari tribunmedan, aksi pelaku mulai terbongkar saat ibu dari MNH mencari keberadaan putrinya yang tidak kunjung pulang ke rumah. Kemudian ia mengetahui MNH pergi bersama PG, guru komputer di sekolahnya.

Ibu korban langsung mengubungi PG untuk menanyakan keberadaan MNH.

Namun saat itu PG tidak mengakui sedang bersama korban. Beberapa saat kemudian, MNH menelpon sang ibu setelah PG meninggalkannya sendiri di hotel. Ibu korban kemudian melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko membeberkan kronologi kasus ini.

Saat itu, pelaku mengajak korban berinisial MNH untuk menemaninya makan siang. Korban yang polos menuruti kemauan pelaku.

Ketika sudah di perjalanan, pelaku membelokkan mobilnya ke hotel di kawasan kota Medan.

“Pelaku merupakan seorang PNS di salah satu sekolah negeri di Kota Medan.”

“Pelaku diamankan setelah mencabuli muridnya yang berumur 14 tahun,” kata Riko, dikutip dari Tribun-Medan.com

“Kemudian korban diajak ke salah satu hotel melati kemudian korban diajak masuk ke hotel tersebut dan merudapaksa korban,” imbuh Riko.

Riko menambahkan, saat proses pendalaman, pihaknya menemukan fakta baru. MNH bukanlah korban satu-satunya.

Ada korban lain berinisial AN yang menjadi korban PG. Kini AN sudah menjadi almuni dari sekolah tersebut.

AN di lecehkan bukan di kamar hotel, melainkan di pinggir jalan Tol

Polrestabes Medan tidak menutup kemungkinan korban lebih dari dua orang.

BACA JUGA :   Polisi Meninggal Saat Memburu 2 Tersangka Preman

Pelaku saat ini ditahan di Polrestabes Medan, dan terancam penjara selama 15 tahun, sesuai dengan undang-undang tentang perlindungan perempuan dan anak.

(tribunmedan.com)

redaksi (132)

Beri Komentar Dung!

%d blogger menyukai ini: