Kemenkes Hitung Ulang Saat Jokowi Minta Harga PCR Diturunkan Menjadi Rp.300 Ribu

Bagikan Dong!

Jakarta, indometro.club –

Kemenkes menargetkan penetapan tarif tertinggi pemeriksaan screening virus corona melalui metode PCR di Indonesia akan mulai dalam pekan ini.

Saat ini Kemenkes tengah menghitung ulang harga PCR setelah Presiden Joko Widodo meminta harga PCR di turunkan menjadi Rp300 ribu.

Meski Jokowi sudah menyebut nominal, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir mengatakan pihaknya belum bisa memperkirakan tarif pastinya untuk saat ini.

Alasannya karena, Kemenkes bersama BPKP RI masih menghitung ulang berbagai aspek dan penyesuaian kondisi pandemi terkini.

“Tiga hari ini, kami sedang melakukan perhitungan ulang agar bisa mendapatkan besaran harga baru. Terkait harga belum di pastikan tepatnya berapa karena masih kita hitung ulang,” kata Kadir saat di hubungi CNNIndonesia.com, Selasa (26/10).

Kadir menyebut, dalam perhitungan kali ini, Kemenkes dan BPKP akan melakukan evaluasi dengan mempertimbangkan perhitungan biaya, pengambilan, hingga pemeriksaan RT PCR Covid-19.

Ia menyebut perhitungan itu meliputi berbagai komponen yang di kaji ulang secara bersama-sama.

Sejumlah komponen yang di maksud yakni jasa pelayanan, reagen, bahan medis habis pakai, biaya administrasi, overhead, dan komponen biaya lain yang telah di sesuaikan.

“Ya mudah-mudahan dalam satu dua hari dapat perhitungannya, nanti di umumkan, mudah-mudahan masih dalam pekan ini,” kata dia.

Kadir meminta agar semua fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, laboratorium, dan fasilitas pemeriksaan dapat mematuhi batasan tarif tertinggi tes tersebut.

“Pasti semua fasilitas kesehatan akan di berlakukan serupa,” ujar Kadir.

Jokowi sebelumnya memerintahkan kabinetnya untuk menurunkan harga tes PCR hingga Rp300 ribu. Hal itu di sampaikan dalam rapat terbatas evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada Senin (25/10) kemarin.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Jokowi juga ingin melonggarkan syarat perjalanan. Menurutnya, masa berlaku tes PCR akan di perpanjang.

BACA JUGA :   Sejumlah Mantan Pegawai KPK Berencana Mendirikan Partai Politik

Adapun untuk saat ini, Kemenkes menetapkan tarif tertinggi tes RT PCR pada harga Rp495 ribu untuk daerah di Jawa-Bali, dan Rp525 untuk daerah luar Jawa-Bali mulai 16 Agustus 2021.

Patokan harga terhitung turun dari harga awal yang di tetapkan Kementerian Kesehatan pada 5 Oktober 2020 lalu dengan batasan tarif tertinggi Rp900 ribu.

Batasan tarif tersebut berlaku untuk masyarakat yang melakukan pemeriksaan RT-PCR atas permintaan sendiri atau mandiri.

(CNNindonesia)

redaksi (132)

Beri Komentar Dung!

%d blogger menyukai ini: