Terkait Tewasnya Peserta Diksar Menwa UNS, Gibran Meminta Maaf

Bagikan Dong!

Solo, indometro.club –

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyayangkan insiden meninggalnya seorang mahasiswa UNS, Gilang Endi Saputra saat mengikuti Diksar Menwa. Selanjutnya Gibran meminta maaf kepada publik atas terjadinya peristiwa maut itu di daerahnya.


“Yang jelas saya sangat menyayangkan kejadian seperti itu, bikin malu,” ujar Gibran kepada wartawan, Selasa (26/10/2021).

Gibran meminta agar kasus ini bisa d iusut tuntas. Sehingga, kasus ini bisa di ungkap secara transparan.

“Sudah nanti saya koordinasikan dengan Pak Rektor. Kan lagi di urus sama Pak Kapolres, kita tunggu hasilnya saja, nanti tunggu saja hasil autopsinya seperti apa,” tutur Gibran.

Gibran juga berharap kejadian ini tidak akan terulang kembali ke depannya. “Ya jangan berlebihan jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi,” ucapnya.

Dia juga menyampaikan permintaan maafnya atas kejadian tragis itu. Gibran menyatakan, turut merasa bersalah atas kejadian tersebut.


Permintaan maaf itu di sampaikan Gibran melalui media sosial. Awalnya ada salah satu akun yang me-mention akun Gibran di Instagram terkait berita meninggalnya seorang mahasiswa UNS usai mengikuti Diksar Menwa. Gibran pun membalas mention tersebut dengan permintaan maaf.

“Ya pak, Saya minta maaf ini salah saya,” tulis Gibran membalas pertanyaan netizen, Senin malam.

Di temui wartawan, Gibran memberikan penjelasan terkait dengan permintaan maaf yang di tuliskannya di salah satu akun Instagram tersebut.

“Lha piye ta? (Lha bagaimana?) Kejadian apapun yang terjadi di Solo itu ya menjadi tanggung jawab saya,” katanya.

Gibran juga memastikan bahwa komentar yang di tuliskan melalui akun @gibran_rakabuming itu di tulisnya sendiri.

“Ya saya ta cetha-cetha (jelas-jelas akun terverifikasi) centang biru,” kelakarnya.

BACA JUGA :   Pasca Bentrok FBR-PP, DPR Desak Pemerintah Tertibkan Ormas yang Sering Bentrok

Di beritakan sebelumnya, Gilang meninggal Minggu (24/10) lalu. Mahasiswa semester 3 jurusan D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (KKK) itu meninggal di hari kedua Latihan Pendidikan Dasar Menwa UNS.

Polisi mengungkap ada tanda kekerasan pada jenazah Gilang. Namun belum d isebutkan secara pasti penyebab kematian Gilang. Kasus tersebut saat ini di tangani Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng.

“Dari hasil autopsi ada tanda-tanda kekerasan,” kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy saat di hubungi, Selasa (26/10).

(detiknews)

redaksi (132)

Beri Komentar Dung!

%d blogger menyukai ini: