Polisi Ungkap Kasus Penjualan Bayi di Palembang, Dijual Rp 7 juta

Bagikan Dong!

Palembang, Indometro.club –
Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polrestabes Palembang berhasil ungkap kasus penjualan bayi pada dua hari lalu.

Dalam kasus ini polisi sudah menetapkan empat orang sebagai pelaku, yakni Ant (ibu kandung bayi), Naz alias Gatot, Rmh alias Iim dan PA.

Bayi yang dijual seharga Rp 7 juta melalui perantara kepada Pasutri yang tidak memiliki keturunan di Kabupaten OKU Selatan.

Saat ini kondisi bayi dalam keadaan sehat dan masih berada di Unit PPA Polrestabes Palembang.

Dalam keterangannya, Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto mengatakan kasus penjualan bayi ini terungkap berawal dari laporan ayah kandung bayi itu sendiri.

Ia mengatakan bahwa anaknya telah dijual oleh istrinya.

Berdasarkan laporan itu, anggota Satreskrim melakukan penyelidikan dan menelusuri sehingga ditemukan pembeli bayi di OKU Selatan.

Pembeli bayi adalah pasangan suami istri yang tidak memiliki anak.

“Motif orang tua bayi menjual bayinya masih didalami ” ungkap Kapolda.

Dijelaskan Kapolda, kalau motif ekonomi belum bisa dipastikan, karena ayah kandung bayi memiliki pekerjaan sebagai wiraswasta.

” Bayi dijual 7 juta melalui perantara masing masing perantara dapat 500 ribu ibu bayi menerima 6 enam juta,” sambungnya kepada wartawan Jumat (29/10).

Sementara itu, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra menambahkan kedua orang tua bayi adalah pasangan suami istri yang menikah sirih.

Bayi dijual melalui perantara kepada pasangan suami istri yang tidak memiliki anak di OKU Selatan saat bayi sudah berada di Palembang.

“Kemarin sore bayi atas perintah Kapolda Sumsel sudah dibawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk diperiksa kesehatannya ” ujar Irvan.

” Alhamdulillah keadaan bayi sehat, kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menjaga sang bayi,” tambahnya.

BACA JUGA :   Tiga Pelaku Curanmor di Deli Serdang Tewas Diamuk Massa

Menurut Irvan, dugaan sementara Ant menjual bayinya karena motif ekonomi bisa.

” Perantara penjual bayi membujuk sang ibu agar bayi diberikan kepada orang tua yang ekonominya lebih berada sehingga masa depan sang bayi lebih terjamin ” jelasnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi mengatakan suami Ant yang juga ayah kandung bayi memang tinggal satu rumah.

Sang suami curiga karena anaknya tidak ada dan menanyakan kepada istrinya keberadaan anak tersebut.

“Terhadap empat orang pelaku ini kami jerat dengan pasal 76 F Jo pasal 83 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perdagangan manusia ” papar Tri.

” Dengan ancaman hukuman paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 tahun penjara dan ancaman minimal hukuman tiga tahun,” pungkasnya. (*)

Beri Komentar Dung!

%d blogger menyukai ini: