Draf RUU PKS Sudah Banyak Alami Perubahan

Bagikan Dong!

Jakarta, Indometro.club –
Saat ini draf RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) sudah banyak mengalami perubahan seperti yang diharapkan, meskipun belum seratus persen sempurna.

Demikian dikatakan My Esti Wijayati saat Rapat Panja RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Baleg DPR RI, Senin (1/11/2021).

Menurut Anggota Baleg DPR RI itu terkait dengan pencegahan, meskipun ini tidak di dalam rangka menunda.

Karena semua pihak memang ingin secepatnya RUU PKS ini menjadi hak inisiatif dari DPR RI untuk segera dilakukan pembahasan lebih lanjut dengan pemerintah.

“Tetapi ada catatan penting yang perlu kami sampaikan bahwa pencegahan terkait dengan kekerasan seksual ini menjadi hal yang lebih utama, sehingga kita perlu menguatkan upaya pencegahan ini dengan lebih maksimal,” papar Esti di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta.

Ia menyebutkan, kalau dalam penanganan kekerasan seksual itu sudah ada lembaga yang ditunjuk secara pasti, siapa dan lembaga apa yang kemudian harus melakukan penanganan ini.

Juga termasuk yang ada di dalam bagian pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, maka seyogyanya dalam pencegahan, koordinasi, dan pemantauan ini kita juga membuat sesuatu yang ada kepastian.

“Sehingga tidak seperti saat ini, hampir setiap hari kita mendengar sebuah kekerasan seksual, tidak pada tingkatan masyarakat yang berada di lapis bawah saja tetapi semua lapisan secara kasat (mata)” tukas Esti.

“Kita bisa melihat bahwa proses kekerasan seksual itu terjadi. Untuk pencegahan ini mohon bisa lebih dikuatkan kembali, meskipun proses itu akan kita lalui nanti setelah ada di dalam pembahasan bersama pemerintah,” sambungnya.

Ia mengatakan, kalau memungkinkan perlu dikuatkan lagi dengan satu tambahan yakni di dalam proses pencegahan itu langsung ada lembaga yang bisa diminta untuk bertanggung jawab terhadap hal itu.

BACA JUGA :   Fadli Zon : Pentingnya Peran Indonesia dalam Penyelesaian Kasus di Myanmar

“Saya kira itu juga lebih baik,” tandasnya. (*)

Beri Komentar Dung!

%d blogger menyukai ini: