3 Pelaku Pemalsu Surat PCR Ditangkap di Bandara Ngurah Rai

Bagikan Dong!

Denpasar, Indometro.club –
Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar menangkap 3 pelaku pemalsu surat keterangan polymerase chain reaction (PCR) di Bandar Udara (Bandara) Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. Tiga pelaku ini terdiri atas dua kejadian.

“Jadi ini ada dua kejadian dengan tiga pelaku ” ungkap Kapolresta Denpasar Kombes Jansen Avitus Panjaitan dalam keterangan resmi Humas Polresta Denpasar, Senin (1/11/2021).

Ketiga pelaku adalah perempuan wirausaha bernama ACA (25), mahasiswa laki-laki bernama MF (24), dan seorang perempuan bernama LL (24). ACA dan MF ditangkap pada Jumat (29/10), sedangkan LL ditangkap pada Minggu (31/10).

Menurut Jansen kasus ketiga pelaku ini dilaporkan oleh karyawati dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar bernama Indah Wulandari (30). Pelapor berkerja sebagai petugas KKP Kelas I Denpasar yang memiliki tugas memvalidasi penumpang di keberangkatan domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Pada Jumat (29/10), sekitar pukul 11.00 Wita, pelapor melakukan pengecekan terhadap hasil tes PCR ACA dan MF yang akan berangkat menuju Jakarta. Setelah dilakukan pengecekan hasil PCR dengan cara melakukan scanner terhadap bercode yang tertera, didapatkan hasil berbeda atau tidak sesuai dengan identitas pemilik.

Kedua pelaku kemudian diinterogasi oleh petugas bandara. Mereka akhirnya mengakui tidak pernah melakukan tes dan membawa surat hasil PCR palsu sehingga saat dilakukan pengecekan barcode tidak sesuai dengan identitas para pelaku.

“Selanjutnya para pelaku dibawa ke Polresta Denpasar untuk dimintai keterangan lebih lanjut atas temuan surat PCR yang palsu,” ungkap Jansen.

Kemudian pada Minggu (31/10), sekitar pukul 08.00 Wita, Indah Wulandari kembali menemukan seorang perempuan calon penumpang bernama LL yang membawa dan menunjukkan dokumen hasil tes PCR yang diduga palsu karena tidak terdapat barcode.

BACA JUGA :   Pers Rilis Pengungkapan Kasus Kematian WNA Inggris di Badung

Diketahui LL bakal melakukan penerbangan Citylink dengan tujuan Jakarta dan telah membeli tiket seharga Rp 1.022.369 melalui sebuah aplikasi. Jadwal penerbangannya yakni pada Minggu (31/10) pukul 09.10 Wita.

Hasil pengecekan petugas, surat keterangan yang dibawa oleh perempuan tersebut ternyata bukan hasil PCR, melainkan hasil pemeriksaan rapid test antigen. Tes itu ia lakukan di Siloam Hospital.

“Karena pelaku sudah test antigen maka pelaku memfoto surat hasil antigen dengan menggunakan HP miliknya dan mengedit surat antigen menjadi RT-PCR,” terang Jansen.

Usai diedit pelaku meminta tolong petugas hotel untuk mencetak dan selanjutnya print out tersebut dibawa pelaku dan digunakan untuk syarat dokumen terbang ke Jakarta.

Dari pengungkapan kasus pemalsuan surat PCR ini, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Dari tangan ACA dan MF , polisi menyita barang bukti berupa dua lembar hasil tes PCR palsu dan dua buah ponsel merek iPhone.

Dan dari LL, polisi menyita barang bukti berupa 1 buah ponsel iPhone 12 Pro warna grey, 1 lembar hasil pemeriksaan rapid test antigen dengan nomor laboratorium 21112445 yang dikeluarkan oleh Siloam Hospital, dan 1 lembar invoice nomor OIV2110300506 dengan harga Rp 99 ribu.

Kemudian ada pula satu lembar surat editan hasil pemeriksaan tercantum RT-PCR laboratorium nomor 21112445 yang dikeluarkan oleh Siloam Hospital, satu lembar surat editan invoice tercantum RT-PCR dengan harga Rp 495 ribu dan satu buah koper pakaian warna putih.

Kini ketiga pelaku ditetapkan menjadi tersangka. Mereka dijerat dengan Pasal 263 ayat (1) dan (2) dan/atau Pasal 268 ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Ketiga tersangka terancam hukuman pidana penjara 6-12 tahun penjara. (*)

Beri Komentar Dung!

%d blogger menyukai ini: