Kapolres Tebing Tinggi Jadi Narasumber FGD Perencanaan Pembangunan Daerah

Bagikan Dong!

Tebing Tinggi, Indometro.club –


Dalam kegiatan FGD Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Tebing Tinggi, Kapolres Tebing Tinggi Polda Sumut AKBP M Kunto Wibisono SH SIK MSi menjadi narasumber pada acara tersebut yang berlangsung di Aula Kantor Bappeda Jln. Delima No. 5 Kota Tebing Tinggi, Kamis (9/12/2021).

Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Kepala Bappeda Kota Tebing Tinggi Erwin Suheri Damanik, Sekretaris Bapeda Kota Tebing Tinggi Sanulita Viviana dan para SKPD Kota Tebing Tinggi.

Dalam sambutannya Kepala Bappeda Kota Tebing Tinggi menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Tebing Tinggi atas kehadiran dalam pelaksanaan FGD di Bappeda.

Selanjutnya Ia memaparkan tentang perencanaan pembangunan daerah Kota Tebing Tinggi sebagai berikut :

  1. RPJPD : (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah) :
    Penjabaran dari Visi Misi arah Kebijakan dan sasaran pokok pembangunan daerah jangka panjang untuk 20 tahun yang disusun dengan berpedoman pada RPJPN (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional) dan RTRW (Rencana Tata Ruang Dan Wilayah)
  2. RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) :
    Penjabaran dari visi misi dan Program kepala daerah yang memuat tujuan sasaran strategis arah kebijakan pembangunan daerah dan keuangan dan lintas perangkat daerah yang disertai dengan kerangka pendanaan bersifat indikatif untuk jangka waktu 5 tahun yang disusun dengan berpedoman pada RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah) dan RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional)
  3. RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) :
  4. Penjabaran dari RPJMD yang memuat rancangan kerangka ekonomi daerah, prioritas pembangunan daerah serta rencana kerja dan pendanaan untuk jangka waktu, tahun yang disusun dengan berpedoman pada RKP (Rencana Kerja Pemerintah) dan program Strategis Nasional yang di tetapkan oleh Pemerintah Pusat.
  5. Langkah – langkah yang telah dilakukan :
  • Bappeda Kota Tebing Tinggi telah melakukan Evaluasi atas RPJMD 2017 – 2021 Kota Tebing Tinggi.
  • Bappeda telah berkonsultasi dengan Bappeda Provinsi Sumut dan Direktorat Jenderal pembangunan Daerah Kemendagri Republik Indonesia.
  • Bappeda telah melakukan rapat koordinasi dengan SKPD di Kota Tebing Tinggi dengan mengumpulkan masalah apa yang ada dan membuat pemetaan untuk program yang akan dilakukan dalam menyelesaikan masalah baik program yang sifatnya top down atau mandatori atau lintas sektoral.
  • Bappeda telah membuat FGD dengan menghadirkan akademisi dan stakeholder terkait.
BACA JUGA :   Polrestabes Medan Ringkus 2 Pelaku Pencurian Besi Kereta Api 

Sementara itu, Kapolres Tebing Tinggi dalam arahannya menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan tugas Polri dalam membantu pengawasan eksternal terkait dengan Perencanaan Pembangunan Daerah di Kota Tebing Tinggi.

“Kami Polres Tebing Tinggi siap mendukung program – program yang akan dilaksanakan demi kemajuan Kota Tebing Tinggi yang kita cintai ini” pungkas Kapolres.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan diskusi tentang seputaran vaksinasi.

Dan sebagai informasi pada saat ini Vaksinasi bagi ibu hamil dimulai dari tanggal 09 Desember 2021 dan dilaksanakan di RSU Kumpulan Pane dengan sasaran ibu hamil di Kota Tebing Tinggi sebanyak 349 orang.

Kapolres Tebing Tinggi turut menyebutkan vaksinasi merupakan gugus tugas, kegiatan gugus tugas berkaitan dengan penanganan vaksin ibu hamil (stunting).

“Kami siap membantu terkait kegiatan – kegiatan yang dilakukan agar berjalan dengan baik, kami Polres Tebing Tinggi telah banyak melakukan upaya – upaya dalam percepatan Vaksinasi di Kota Tebing Tinggi” sebut Kapolres.

Kapolres juga mengimbau agar masyarakat segera mendownload aplikasi peduli Lindungi.

“Dan trkait pemberdayaan perempuan, kita telah melakukan penyetaraan gender, bagi saya siapa yang mampu dialah yang maju” pungkasnya.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Tebing Tinggi sedang membuat program Digitalisasi pendidikan, yakni dalam penyediaan papan tulis Digital. Saat ini Kota Tebing Tinggi telah memiliki 16 unit dan program ini tetap dilanjutkan di tahun 2023.

Sebagai catatan masih banyak gedung sekolah – sekolah yang fisik bangunannya masih memprihatinkan.

” Saya sangat setuju dan mendukung dengan program Digitalisasi pendidikan dimana dengan program tersebut akan menghasilkan pelajar yang Cerdas, dan para pelajar kita tidak ketinggalan dengan kemajuan teknologi” kata Kapolres.

” Dengan diadakannya Program Digitalisasi pendidikan kita yang di daerah mampu bersaing dengan yang di tingkat provinsi maupun ditingkat pusat” tandasnya.

BACA JUGA :   Bentuk Komitmen Bank UMKM, BRI Bantu Klaster Usaha Bunga Krisan Tomohon

Selanjutnya di seputaran lingkungan hidup dan pelayanan sosial, bahwa saat ini perubahan iklim sangat extrim,
Perubahan iklim yang mengakibatkan bencana alam banjir dan pasca banjir banyak sampah yg berserakan.

Saat ini dinas lingkungan hidup memiliki keterbatasan fasilitas dan sarana. kita butuh beberapa fasilitas seperti armada pengangkutan sampah, di Kota Tebing Tinggi ada 10 armada pengangkut sampah dengan kondisi yang kurang baik.

Kedepan Dinas lingkungan hidup telah berupaya dan telah mengajukan Outdoor Fitness yang akan dibuat di Lapangan Merdeka.

“Kami juga telah melakukan penanaman pohon dan juga membuat pembibitan sendiri untuk mengganti pohon yang sudah tua” ungkap Dinas.

Ada satu tempat yang belum ada di kota Tebing Tinggi, yakni Rumah Singgah.
Kota Tebing Tinggi sampai saat ini belum ada memiliki tempat orang – orang yang tidak mempunyai keluarga / terlantar.

Diakhir paparannya Kapolres menyampaikan tentang perubahan iklim Extrim yang dapat mengakibatkan bencana alam, Polres Tebing Tinggi selalu menyiapkan Tim SAR dari Sat Sabhara Polres Tebing Tinggi.

“Perlu dibuat ruang terbuka ramah anak yang mengedukasi anak mengajak anak – anak ke alam terbuka, dimana anak anak dapat bermain dan menghilangkan rasa stres pada anak” katanya.

“Dan perlu kiranya kita buat gerakan pembersihan sampah dengan mengundang berbagai instansi, mari kita bersama sama memberikan rangsang kepada masyarakat sehingga masyarakat sadar sampah” sambungnya.

Kapolres juga menyarankan untuk menyiapkan AMDAL tempat pembuangan akhir.

“Kita perlu melakukan pembinaan terhadap anak jalanan dengan melatih mereka agar menjadi terampil seperti contoh mengundang pengusaha UKM sebagai tim pelatihan” tutup Kapolres.

(AS/IY)

Beri Komentar Dung!

%d blogger menyukai ini: