Indometro News

Akurat Faktual Realistis

Transisi LIBOR Jaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia

Bagikan Dong!

Jakarta, Indometro.club –

Diskontinuitas London Interbank Offered Rate (LIBOR) yang banyak digunakan sebagai suku bunga referensi dalam kontrak kredit dengan suku bunga mengambang maupun transaksi derivatif suku bunga, mengharuskan pelaku pasar untuk bertransisi menggunakan suku bunga referensi alternatif (ARR).

Maka untuk memastikan kelancaran proses transisi, National Working Group on Benchmark Reform (NWGBR) yang dibentuk oleh Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Keuangan, dan Indonesia Foreign Exchange Market Committee merilis Panduan Transisi LIBOR bagi pelaku pasar di Indonesia pada Jumat (24/12).

“Panduan transisi LIBOR dapat menjadi informasi bagi pelaku pasar dalam menyikapi dan mempersiapkan transisi LIBOR, sehingga stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap terjaga,” dikutip dari siaran pers bersama keempat institusi tersebut.

Dalam panduan transisi LIBOR memberikan informasi mengenai latar belakang terjadinya diskontinuitas LIBOR, timeline penghentian publikasi LIBOR, implikasi transisi LIBOR, hingga pedoman persiapan dan rekomendasi transisi LIBOR yang dapat menjadi acuan bagi pelaku pasar.

Sehingga informasi dalam panduan tersebut disusun berdasarkan rekomendasi dan best practice yang menjadi perbankan internasional.
BACA JUGA :   Sri Mulyani Perkirakan Defisit APBN 2021 Lebih Rendah dari Target 5,7 Persen