Pers Rilis Pengungkapan Kasus Kematian WNA Inggris di Badung

Bagikan Dong!

Denpasar, Indometro.club –


Usai dilakukan penyelidikan lebih lanjut terkait meninggalnya warga negara asing (WNA) asal Inggris, Matthew Harper, polisi memastikan bule tersebut meninggal karena bunuh diri, bukan akibat pembunuhan.


“Jadi kami simpulkan dari bukti-bukti yang ada hasil autopsi, hasil pemeriksaan laboratorium forensik, kemudian analisa CCTV dan keterangan saksi-saksi. Kami dapat simpulkan bahwa akibat meninggalnya korban ini, akibat bunuh diri,” ungkap Kapolresta Denpasar.

Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan didampingi Kasat Reskrim Kompol Mikael Hutabarat saat pers rilis pengungkapan peristiwa tersebut di lobby depan Mapolresta Denpasar, Bali, Rabu (19/1/2022).


WNA Matthew Harper, kelahiran Birmingham 24 November 1974, merupakan mantan koki di restoran Karma, Kuta Selatan, Badung, yang memiliki paspor nomor 1258021.


Sebelumnya Matthew ditemukan meninggal di Perumahan Samatha Citra, Kuta Blok A/8, Lingkungan Taman Giri, Mumbul, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, yang diketahui rumah milik Rizka Nirmalasari alias Ica, kerabat Emmy yang merupakan pacar Harper.


Jansen menyebutkan hasil pemeriksaan auutopsi jenazah Harper yang dilakukan pihak Instalasi Kedokteran Forensik Rumah Sakit Umum Pusat (IKF RSUP) Sanglah, Denpasar, Senin 17 Januari 2022 sekitar pukul 08.43 Wita, ditemukan ada 10 luka, di antaranya luka tusuk dengan lebar 3 cm dan panjang saluran 15 cm pada bagian dada, tepatnya pada garis pertengahan depan juga pada perut kanan bawah ditemukan juga ada 2 sudut lancip.


Sedangkan pada perut bawah kiri, mempunyai 1 sudut lancip dan 1 sudut tumpul. Berdasarkan hasil itu, petugas menyebutkan, luka tersebut akibat senjata tajam jenis pisau dapur dengan lebar 3 cm dan panjang 15 cm.


Selain itu, Jansen juga mengatakan, luka tusuk pada garis pertemuan depan dan perut kanan bawah Harper, diduga senjata diayunkan lalu menusuk tubuh, sedangkan pada perut kanan bawah ditusuk secara tegak lurus.

BACA JUGA :   Terkait Kaburnya 8 Imigran Rohingya di Lhokseumawe, Polisi Dalami Keterlibatan Sindikat TPPO


“Dilihat dari pola dan gambaran luka benda tajam, bahwa luka-luka tersebut berlokasi pada bagian tubuh yang bisa dijangkau dan ada organ vital di bagian tersebut hingga mengakibatkan korban meninggal dunia,” jelas Jansen.


Lalu di bagian leher Harper juga ditemukan luka iris yang tidak terlalu dalam, tepatnya di samping kiri leher dan samping kanan leher, hasil pemeriksaan Harper mencoba melakukan tindakan tersebut dengan ragu-ragu.


Dan petugas juga memastikan, kejadian ini bukan karena pembunuhan. Hasil pemeriksaan pada pakaian korban juga tidak terlihat ada robekan akibat benda tajam.


“Dipastikan luka-luka tersebut dilakukan sendiri oleh korban. Luka tusuk pada perut kanan bawah memotong pembuluh nadi usus utama bagian kanan yang mengakibatkan pendarahan,” lanjutnya.


Volume darah dari luka yang ditusuk ke arah perutnya sendiri, membuat darah tertimbun dalam rongga perut diperkirakan hingga 950 milimeter.


Selanjutnya Jansen menjelaskan, volume darah itu sudah bisa mengakibatkan kematian karena melebihi dari satu pertiga darah yang mengalir dalam tubuhnya.


“Penyebab meninggalnya korban karena luka tusuk pada perut kanan bawah yang mengenai pembuluh darah besar atau alteri yang dilakukan oleh korban sendiri,” tandasnya.  (*)

Beri Komentar Dung!

%d blogger menyukai ini: