Unjuk Rasa di Kejari Tebing Tinggi, Massa Tuntut Periksa Kadis Pertanian

Bagikan Dong!

Tebing Tinggi, Indometro.club –

Polres Tebing Tinggi dipimpin Kabag Ops Kompol Tamba Hutagaol melaksanakan pengamanan atas kegiatan sejumlah aktivis dari Forum Rakyat Anti Penindasan Sumatera Utara (FORADAS-SU) melakukan unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebing Tinggi, di Jl Yos Sudarso Kec Rambutan Kota Tebing Tinggi, Senin (31/1/2022) pukul 10.00 wib.

Dalam aksi unjuk rasa, massa menuntut Kejari Tebing Tinggi memeriksa Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemko Tebing Tinggi, Marimbun Marpaung terkait dugaan indikasi tindak pidana KKN pada Dinas tersebut, dan melakukan pemberantasan KKN dengan semangat delik perbuatan sehingga tercipta pemerintah yang bersih dan dapat dirasakan kemanfaatannya untuk rakyat, serta meminta agar Kejari Tebing Tinggi dapat menangani indikasi tindak pidana KKN tersebut dengan objektif dan terbuka.

Koordinasi aksi Muhammad Guman dalam orasinya menyampaikan pemberantasan korupsi semestinya menjadi semangat nyata bagi warga negara serta menjadi prioritas utama untuk mewujudkan pemerintahan yang baik serta bersih, guna mewujudkan pemerintahan yang dapat dirasakan secara nyata untuk kesejahteraan rakyat.

“Unjuk Rasa hari ini karena kegelisahan kami atas lemahnya pemberantasan Tindak Pidana KKN di Kota Tebing Tinggi, terlihat begitu banyaknya Indikasi Tindak Pidana KKN yang dilaporkan kepada APH (Aparat Penegak Hukum) dalam hal ini Kejari Tebing Tinggi” ungkapnya dalam orasi.

Lebih lanjut Guman menyebut, ada beberapa indikasi Tindak Pidana KKN yang ditemukan di Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian Kota Tebing Tinggi, diantaranya Indikasi pemecahan item pekerjaan pada dinas tersebut yang kami duga menjadi sebuah Indikasi kesengajaan guna menghindari tender dalam proses pemilihan rekanan pekerjaan dengan dasar PP 22 Tahun 2020 Tentang Peraturan Pelaksanaan, UU 2 Tahun 2017 Tentang Jasa Kontruksi dan Pasal 24 ayat (2) huruf (d) Peraturan LKPP Nomor 7 Tahun 2018.

BACA JUGA :   Kapolres Tebing Tinggi Tinjau Vaksinasi Door to Door di Mentos

Hal tersebut, imbuhnya, kami nilai juga sebuah perbuatan yang mengakibatkan pemborosan keuangan negara karena pemecahan item pekerjaan pada satu titik dan dengan judul kegiatan yang sama.

“Kami nilai adalah sebuah perbuatan yang memboroskan keuangan negara karena pada tiap pekerjaan pasti memiliki biaya-biaya non pekerjaan fisik, seperti konsultan perencana, honor panitia pengadaan barang dan jasa, dll seperti pada penganggaran Dinas ketahanan Pangan dan pertanian Kota Tebing Tinggi APBD Tahun 2021” tuturnya.

Selain itu termasuk juga jasa konsultasi pembuatan kolam terpal dengan 2 kali penganggaran dalam 1 tahun dengan nominal sebesar Rp. 22.000.000,- .

“Kami lihat jasa konsultasi pada jasa perencanaan rehab bangunan unit perbenihan rakyat (UPR) itu juga 2 kali penganggaran dalam 1 tahun sebesar Rp 40.000.000, untuk jasa konsultasi pengawasan rehabilitasi bangsal pembenihan ikan di BBI itu juga 2 kali penganggaran dalam 1 tahun sebesar Rp. 12.000.000, atas beberapa sampel pagu pekerjaan konsultasi tersebut dugaan kami atas Indikasi kesengajaan pemborosan keuangan negara dan terkesan adanya indikasi pekerjaan konsultan tersebut di berikan kepada kolega Kepala Dinas untuk kepentingan pribadi serta memperkaya diri sendiri, indikasi tersebut banyak kami temukan pada penganggaran Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian Kota Tebing Tinggi dan akan kami Laporkan secara resmi kepada Kejari Tebing Tinggi” pungkasnya.

Sementara itu, Hafiz peserta aksi juga menyampaikan selaku anak Tebing Tinggi meminta kepada Kajari yang baru untuk mengusut tuntas KKN yang ada di Dinas Pertanian Kota Tebing Tinggi.

“Kami ingin Kejari Tebing Tinggi memproses Kadis Pertanian, dumas kami diproses dengan sebaik baiknya, karena banyaknya indikasi korupsi di Dinas Pertanian Kota Tebing Tinggi” tandasnya.

Usai unjuk rasa, massa diterima oleh Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tebing Tinggi Fahmi Jalil, SH, MH didampingi oleh Jaksa Andhika, SH dan juga hadir Kasat Intelkam Polres Tebing Tinggi AKP Suparmen, Kasi Humas AKP Agus Arianto, Kapolsek Rambutan AKP H Samosir Spd didampingi oleh PS. Kanit 3 Sat Intelkam Polres Tebing Tinggi Aiptu Erich Riza Alamsyah beserta anggota. bertempat di ruang piket Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kejaksaan Negeri Tebing Tinggi dengan perwakilan massa sebanyak 3 (tiga) orang antara lain Muhammad Guman (Koordinator aksi), Hafiz dan Guntur Mahera.

BACA JUGA :   Vaksinasi Presisi Polri Berlanjut di Lapas Kelas II B Tebing Tinggi

Dalam hal ini, Kejaksaan Negeri Tebing Tinggi menerima apa yang disampaikan pada tuntutan tersebut dan akan menindaklanjuti tuntutan tersebut.

(AS/IY)

Beri Komentar Dung!

%d blogger menyukai ini: