Jalin Kerjasama, MIND ID dan Pupuk Indonesia Tandatangani MoU

Bagikan Dong!

Jakarta, Indometro.club –

BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID, atau Mining Industry Indonesia, yang beranggotakan di antaranya PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum (Persero) dan PT Timah Tbk, bekerjasama dengan PT Pupuk Indonesia (Persero) (PIHC) perihal jual beli (offtake) potash sebagai salah satu bahan baku utama produksi pupuk.

Dalam hal ini, nota kesepahaman (MoU) di tandatangani oleh Direktur Pengembangan MIND ID, Dilo Seno Widagdo dengan Direktur Produksi PIHC, Bob Indiarto disaksikan oleh Wakil Menteri BUMN I, Pahala Nugraha Mansury di Jakarta (31/1/2022).

Industri pupuk nasional mendukung Indonesia sebagai negara agraris, menghasilkan dan mengekspor berbagai jenis hasil pertanian.

Untuk memproduksi pupuk, Indonesia mengimpor potash sekitar dua hingga tiga juta ton tiap tahun. Sedangkan PIHC sendiri mengimpor hampir 1 juta ton potash tiap tahun. Impor ini diperlukan karena Indonesia tidak memiliki sumber daya potash. Untuk itu MIND ID mencari potensi dan peluang untuk berinvestasi di tambang potash luar negeri.

Wakil Menteri BUMN I, Pahala Nugraha Mansury mengatakan inisiatif ini merupakan salah satu Proyek Strategis SDU 88 yang menjadi fokus Kementerian BUMN. Dengan 95% bahan olahan potash digunakan untuk industri pupuk menunjukkan masih besarnya kebutuhan potash dalam negeri.

“Inisiatif inorganik go global ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tersebut. KBUMN juga mendorong aspek keberlanjutan dari kerjasama ini.” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan MIND ID, Dilo Seno Widagdo mengatakan MIND ID senantiasa membuka peluang untuk melakukan aliansi strategis yang mendorong hilirisasi.

“Perusahaan berkomitmen menjalin kemitraan strategis dengan entitas yang berpengalaman dalam industri terkait, khususnya potash untuk mendukung industri pupuk dan memperkuat ketahanan pangan nasional” pungkasnya.

BACA JUGA :   Hadir di Sumut, Leap Akselerasikan Digitalisasi

Kemudian dalam keterangannya, Wakil Direktur Utama PIHC, Nugroho Christijanto meyakini kerjasama ini akan memberikan jaminan pasokan bahan baku bagi pabrik-pabrik NPK kami di masa mendatang, baik itu pabrik eksisting maupun pabrik-pabrik baru.

Adanya jaminan pasokan dan harga yang kompetitif ini, imbuhnya, akan berdampak besar terhadap pasokan pupuk domestik dalam rangka ketahanan pangan nasional serta menjaga daya beli petani Indonesia.

“Pupuk Indonesia sendiri, tengah menjalankan program transformasi bisnis dimana salah satu pilarnya, sebagaimana diamanatkan oleh Kementerian BUMN, adalah Feedstock Security and Optimization, atau adanya jaminan dan optimalisasi bahan baku, baik itu bahan baku gas maupun non gas.” tandasnya.
(*)

Beri Komentar Dung!

%d blogger menyukai ini: