Komisi X Apresiasi Pemkot Yogyakarta atas Keberhasilan Pindahkan PKL Malioboro

Bagikan Dong!

Jakarta, Indometro.club –

Relokasi dan penataan pedagang kaki lima (PKL) Malioboro ke Teras Malioboro 1 dan 2 yang tidak menimbulkan masalah oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mendapat apresiasi dari Anggota Komisi X DPR RI Andreas Hugo Pareira. Ia mengapresiasi relokasi pedagang yang semula berada di emperan Malioboro ke tempat yang lebih layak dan bagus.

“Dari kunjungan ke Teras 1, saya sempat berdiskusi dengan para penjual. Para pedagang mereka merasa lebih nyaman di tempat yang baru dan mereka merasa tidak tergusur tapi mereka berpindah dengan sukarela dan mereka menemukan tempat yang lebih baik,” ungkap Andreas Hugo Pareira saat mengikuti kunjungan kerja reses Komisi X DPR RI meninjau Teras 1 Malioboro, di Kota Yogyakarta, Senin (18/4/2022).

Secara rinci, Andreas menerangkan bagaimana model pemindahan PKL seperti ini juga bisa menjadi contoh untuk daerah yang lain. Karena menurutnya banyak daerah yang sampai sekarang tidak berhasil dalam memindahkan PKL dari satu lokasi yang ke lokasi yang lain dan seringkali menimbulkan konflik di antara PKL dengan Satpol PP. Sehingga kemudian ini dapat menimbulkan persoalan persoalan konflik dan menggagalkan proses pemindahan tersebut.

Lebih dalam, politisi PDI-Perjuangan ini menginginkan hal tersebut bisa menjadi role model bagi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Koperasi dan UKM, serta pemerintah daerah untuk mendukung program penataan PKL seperti di Yogyakarta, sehingga baik untuk tata kota dan menguntungkan untuk pedagang maupun pembeli. Termasuk untuk kenyamanan untuk pelaku pariwisata dan wisatawan.

Sebagai informasi sekitar 1.800 PKL di sepanjang Malioboro menempati dua lokasi yakni di Teras Malioboro 1 dengan kapasitas 800 pedagang dan di Teras Malioboro 2 dengan kapasitas 1.040 pedagang.

BACA JUGA :   Soal Viral Tagar di Medsos, Kapolri Siap Tindak Tegas Anggota yang Menyimpang

“Jadi para pedagang tidak dipindah keluar kawasan Malioboro. Tetap di Malioboro hanya dikumpulkan di dua tempat, tidak lagi menyebar sepanjang pedestarian,” tutup Andreas. (*)

Beri Komentar Dung!

%d blogger menyukai ini: