Oknum Kades Diduga Lakukan Pungli dalam Program RTLH di Desa Sipispis

Bagikan Dong!

Serdang Bedagai, Indometro.club –

Oknum Kepala Desa Sipispis berinisial DP diduga telah melakukan pungutan liar (pungli) dalam program pembangunan 8 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2021 terhadap warga Desa Sipispis Kec Sipispis Kab Sergai, demikian disampaikan Togi Saragih kepada media, Kamis (12/5/2022).

Menurut Togi, selaku sosial kontrol dan juga Kabiro dari Tabloid Mitra Polda Unit Polri, dirinya telah melakukan upaya konfirmasi kepada beberapa warga dan tokoh masyarakat di Desa Sipispis Pekan Kec Sipispis Kab Sergai.terkait DP oknum Kades yang diduga kuat melakukan pungli terhadap bangunan rumah miskin atau Rumah Tidak Layak Huni.

Pasalnya ada 8 warga mendapat bantuan berupa uang tunai sejumlah Rp 20 juta perorang maka jumlah uang seluruhnya Rp160 juta dipotong sebesar Rp3 juta perorang.

Dijelaskan Togi berdasarkan hasil investigasi dan konfirmasi, bahwa yang mengambil uang ke Bank Mandiri adalah salah satu yang di tunjuk sebagai Bendahara kelompok bernama Roqayah Purba dan selanjutnya diserahkan kepada Kepala Desa tersebut.

Kemudian Kades membuat kebijakan dan menyarankan untuk belanja ke panglong Tebing Tinggi tetapi di potong Rp3 juta diantara 8 warga penerima bantuan, namun Rogayah selaku bendahara kelompok dan salah satu penerima bantuan tidak setuju dengan adanya pemotongan.

Dan menurut pengakuan Rogayah kepada Togi, bahwa Kades mengatakan kepadanya tidak ada alasan untuk tidak setuju, sebab ke-7 warga lainnya telah setuju terkait pemotongan Rp3 juta tersebut.

Selanjutnya dari keterangan yang diperoleh, oleh karena ke-7 warga setuju dengan adanya pemotongan, maka hanya 7 rumah saja yang dibangun atau dibedah, sedangkan 1 rumah lagi dialihkan kepada orang lain.

Atas laporan warga tersebut, Togi Saragih mencoba melakukan upaya konfirmasi kepada oknum Kades, namun oknum Kades DP terkesan buang badan, ” Bang Togi konfirmasi sajalah sama Camat karena kata Camat kalo ada wartawan nanya sama LSM serahkan sama Camat” ungkapnya kepada Togi.

BACA JUGA :   Arus Lalu Lintas Macet Usai Dua Mobil Adu Banteng di Wonogiri

Usai menjawab pernyataan Kades, Togi mengatakan dirinya akan konfirmasi ke Camat
Dan disampaikan Togi keesokan harinya Jumat di bulan Maret 2022 oknum Camat tidak ada di kantor.

“Lalu saya telpon, namun kata Camat hari Senin lusa saja kita jumpa bang Togi” kata Togi saat menghubungi Camat melalui seluler.

Dan saat Senin tiba oknum Camat Sipispis kembali dihubungi, namun handphonenya sudah tidak aktif. Selang beberapa waktu dihubungi kembali Camat Sipispis mengatakan agar dikonfirmasi saja kepada Kades.

Atas hal itu, Togi merasa ada kejanggalan dibalik upaya konfirmasinya, Ia merasa ada dugaan kongkalikong antara oknum Kades Sipispis dengan Camat Sipispis.

“Dalam hal ini, oknum Kades dan oknum Camat terkesan saling lempar jawaban, mereka diduga sudah bersekongkol, sebab ada apa kok saling buang badan” ungkap Togi heran.

Togi menyebutkan dalam waktu dekat ini dirinya akan mendampingi korban untuk membuat laporan ke pihak berwajib yakni Polres Tebing Tinggi.

“Oknum Kades dengan Camat harus segera dipanggil dan diproses secara hukum yang berlaku, hal ini dilakukan supaya ada efek jera bagi oknum aparatur pemerintah tersebut” pungkas Togi mengakhiri.

(IY)

Beri Komentar Dung!

%d blogger menyukai ini: