Usai Pemeriksaan Air Liur, 32 Sapi di Desa Limbong Dinyatakan Positif Terjangkit PMK

Bagikan Dong!

Tebing Tinggi, Indometro.club –

Setelah melewati beberapa rangkaian proses pemeriksaan dan pengambilan sampel darah dan air liur dari hewan ternak sapi di Desa Limbong, akhirnya 32 ekor sapi dinyatakan positif terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Sabtu (28/5/2022) di Dusun 3, Desa Limbong Kec Dolok Merawan Kab Serdang Bedagai.

Dalam keterangannya, Kasi Humas Polres Tebing Tinggi AKP Agus Arianto menyampaikan bahwa Kanit Reskrim Polsek Dolok Merawan Ipda Jon Antoni bersama personil Polsek Dolok Merawan Brigadir T Simanjuntak melanjutkan hasil pengecekan terhadap temuan sebelumnya pada hewan ternak sapi yang terkena gejala sakit menyerupai Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Sebelumnya pada Rabu lalu (18/5) Kapolsek Dolok Merawan, AKP Surianto Pinem, SH bersama Kanit Intel, Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas Polsek Dolok Merawan didampingi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Serdang Bedagai serta Balai Veteriner Medan ( Balai Uji Laboratorium Kementrian Pertanian Medan ) mendatangi lokasi ternak sapi milik warga Dusun 3, Desa Limbong yang terkena gejala sakit menyerupai PMK.

Dari temuan di TKP ditemukan ternak sapi milik Nazaruddin Siregar dan warga lainnya sebanyak 56 ekor yang terkena gejala sakit menyerupai PMK, selanjutnya Balai Veteriner Medan melakukan pengambilan sampel darah sapi dari bagian leher dan pengambilan sampel air liur untuk di uji ke Laboratorium Medan. Juga dilakukan pemeriksaan di bagian mulut dan kaki sapi.

Lalu pada Kamis (19/5) sekitar pukul 15.45 Wib Mantri Hewan dari Dinas Ketahanan Pangan Kab. Serdang Bedagai didampingi Kasat Reskrim, Kasat Intelkam, Kapolsek Dolok Merawan, Kanit Reskrim Polsek Dolok Merawan, Kanit Intel Polsek Dolok Merawan, Personil Polres Tebing Tinggi serta personil Polsek Dolok Merawan melakukan penyuntikan terhadap 32 ekor sapi milik warga yang terkena gejala sakit menyerupai PMK dengan menggunakan antibiotik Vet Oxy-Sb dan Vitamin B-Sanpleks yg disuntikkan di bagian pinggulnya.

BACA JUGA :   Kejar Vaksin Lansia dan Pelajar, Kapolda Sumut dan Forkopimda Kunjungi Pulau Nias

Saat itu petugas juga melakukan himbauan kepada warga, serta sosialisasi dan edukasi tentang pencegahan penyakit PMK kepada peternak dan masyarakat, peningkatan sanitasi dan kebersihan kandang melalui penyemprotan dengan desinfektan, lalu lintas hewan juga dihimbau dibatasi, karena lalu lintas hewan kewenangan provinsi/karantina.

Usai melalui tahapan pemeriksaan laboratorium, akhirnya pada Sabtu (28/5) pukul 14.00 Wib, Kanit Reskrim Polsek Dolok Merawan, Ipda Jon Antoni mendapat informasi dari Mantri Hewan Kec. Dolok Merawan Alfian Sinaga bahwa hasil laboratorium dari sampel darah dan air liur sapi-sapi dari Desa Limbong Kec. Dolok Merawan dinyatakan ‘POSITIF’ terkena wabah Penyakit Mulut dan Kuku.

Selanjutnya pada pukul 15.30 Wib, Kanit Reskrim bersama personil Polsek Dolok Merawan melakukan pengecekan kembali ke lokasi ternak sapi warga yang terkena PMK di tempat tersebut dan didapati bahwa sapi-sapi milik warga sebagian besar telah sembuh, dan hanya tinggal beberapa ekor sapi lagi yang dikandangkan menunggu proses penyembuhan.

Dalam hal ini, petugas selalu berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Kab. Serdang Bedagai maupun Mantri Hewan Kec. Dolok Merawan untuk terus memantau perkembangan gejala hewan ternak sapi yang masih terkena Penyakit Mulut dan Kuku.

(AS/IY)

Beri Komentar Dung!

%d blogger menyukai ini: