Menapak di Hari Bhayangkara ke-76, Teruslah Berbuat Baik Menuju Polri yang Presisi

Bagikan Dong!

Oleh : Imran Yusuf

Beranjak dari perjalanannya Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah melewati berbagai proses penataan sistem pelayanan terbaik sebagai pengayom masyarakat, di era digitalisasi ini Polri tampil dengan eksistensi informasi yang membuat masyarakat dapat lebih memahami arti seorang Polisi di mata anak negeri meski terkadang harus lebih sabar dan alot dalam memberikan pengertian serta pemahaman itu sendiri. Tepat pada tanggal 1 Juli 1946, Polri lahir di bumi pertiwi melalui Penetapan Pemerintah tahun 1946 No. 11/S.D. Di tanggal inilah setiap tahun diperingati sebagai hari Bhayangkara sampai saat ini. Selanjutnya di tanggal 14 November 1946 pasukan elite kepolisian Brigade Mobil (Brimob) dilahirkan sebagai pasukan operasi khusus milik Polri. Dan kemudian seiring perjalanan dinamika bangsa ini menghadapi beragam persoalan termasuk aksi terorisme, maka pada tanggal 20 Juni 2003 berdasarkan Skep Kapolri No 30/VI/2003, Polri membentuk Detasemen Khusus 88 Anti Teror atau lebih dikenal dengan Densus 88.
Selain Brimob dan Densus 88, Polri juga memiliki sub unit Polisi yang mempunyai peranan berbeda dalam melaksanakan tugasnya antara lain Sabhara disingkat dari Samapta Bhayangkara, Propam yang merupakan divisi Profesi dan Pengamanan, Inafis (Indonesian Automatic Finger print Identification), Laboratorium Forensik atau disebut dengan Labfor, Polisi DVI, Polisi Pantai dan Polisi Pariwisata, serta berbagai satuan diantaranya Reserse Kriminal, Reserse Narkoba, Intelkam juga termasuk petugas sambang Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat yang lebih dikenal dengan Bhabinkamtibmas.

Hingga saat ini Indonesia memiliki 34 Polda di bawah pimpinan Jenderal Pol Drs Listyo Sigit Prabowo MSi sebagai Kapolri didampingi Komjen Pol Gatot Eddy Pramono sebagai Wakapolri. Sementara untuk Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) memiliki satuan wilayah 34 Polres dengan ratusan Polsek di jajaran setiap Satwil, kini dibawah pimpinan Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak didampingi Brigjen Pol Dadang Hartanto selaku Wakapolda Sumut.
Menyeruak dibalik tugas negara, Polda Sumut telah berhasil dalam berbagai partisipasi aktif menjalankan dan melaksanakan program pemerintah maupun pelayanan publik bersifat tegas dan humanis. Sejumlah kasus kriminal, korupsi, narkoba, curas, curat maupun kasus pembunuhan dan penganiayaan berhasil diungkap jajaran Polda Sumut dengan mengedepankan Standar Operasional Prosedur (SOP), sedangkan untuk beberapa masalah, Polda Sumut juga melakukan pendekatan persuasif ataupun mediasi untuk problem solving termasuk dengan mengedepankan restorative justice agar permasalahan tidak sampai ke pengadilan atau dengan kata lain perdamaian selama kedua belah pihak yang berbenturan dapat bersepakat menyelesaikan secara kekeluargaan.

Awal pandemi Covid-19 hingga kini, Polda Sumut dan jajaran menumpahkan segala tenaga ekstra untuk turut andil dalam mensukseskan program vaksinasi tanah air hingga bisa dikatakan program pemerintah tersebut berhasil memuaskan untuk wilayah Sumatera Utara, bahkan dalam menjalankan tugasnya para petugas juga bersedia mengantar jemput masyarakat yang menjalani vaksin baik bagi pelajar, masyarakat umum maupun lansia, kegiatan ini masih berlanjut sampai sekarang di jajaran Polres wilayah hukum Polda Sumut.
Belum lagi bentuk apresiasi dan program bantuan sosial di masa pandemi untuk kalangan masyarakat terdampak pandemi termasuk para pedagang kaki lima yang mendapat perhatian khusus dari Polda Sumut. Berbagai bantuan telah disalurkan dengan menyuguhkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat betapa pentingnya mematuhi protokol kesehatan demi memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.
Operasi yustisi senantiasa gencar dilaksanakan di setiap penjuru wilayah dengan menghadirkan tujuan kompleks dari arti pengabdian kepada masyarakat meski harus mengambil tindakan tegas namun tetap bersifat humanis.

BACA JUGA :   Presiden Jokowi Sampaikan Dukacita atas Wafatnya Sheikh Khalifa

Yakin dengan segala upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, Polda Sumut dan jajaran tak kenal lelah terus berinteraksi dengan setiap elemen masyarakat lewat berbagai kegiatan positif diantaranya melalui patroli blue light, patroli dinihari, patroli rutin, gatur lalin serta patroli pengamanan ibadah tanpa memandang suku, ras dan agama. Di sisi lain jajaran Polda Sumut juga telah berhasil mengungkap beberapa kasus yang cukup viral di mata publik dan media sosial dengan akselerasi, akurasi dan presisi sehingga setiap kasus serta perkara dapat terselesaikan lewat proses hukum secara transparansi dan berkeadilan.
Salah satu kasus yang cukup mencuat yakni kasus pembunuhan seorang wartawan di Simalungun, saat itu Polda Sumut berhasil mengungkap dalang dan eksekutor pelaku penembakan yang mengakibatkan kematian pada wartawan tersebut, profesionalisme petugas kepolisian diuji saat itu, sebab salah satu pelaku masih berbau oknum aparat negara, akhirnya dengan rasa keadilan dan pengabdian kepada masyarakat, Polda Sumut sukses merangkai karir dalam pengungkapan kasus yang cukup mencuri perhatian seantero penghuni zamrud khatulistiwa ini.

Acap kali Polri juga mendapat tudingan tidak sehat dari sekelompok oknum mengatasnamakan golongan atau kelompok dengan bermacam ocehan dan opini yang bisa merembet menjadi hasutan krisis kepercayaan terhadap lembaga hukum dan hidup dalam komunitas manusia, yakni disini adalah lembaga kepolisian. Polri sendiri sudah tak lagi remaja, di usianya menjelang ke-76 telah berbenah diri berupaya dan berusaha menjadikan lembaga yang sangat dibutuhkan dalam menu kehidupan negeri ini untuk dapat lebih menanamkan rasa kepercayaan masyarakat sebagai salah satu aparat penegak hukum dengan atau tanpa pamrih demi persatuan kesatuan bangsa serta tegaknya hukum di Indonesia.
Di era digitalisasi ini, Polri juga telah melakukan tilang elektronik, dan di zaman serba online dengan kemajuan teknologi yang cukup mumpuni di dunia maya, Polri juga diajak semakin dewasa dalam memberikan pencerahan aktivitas institusi melalui peran penegak hukum di tengah-tengah publik, namun terkadang asumsi miring bisa muncul hanya karena ulah segelintir oknum yang lupa akan predikatnya selaku pengayom masyarakat.

Nah, bicara tentang segelintir oknum nakal, Polda Sumut sangat tegas memberikan hukuman kepada para oknum yang sudah tidak bisa ditolerir mencoreng nama baik kepolisian, Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak telah menindak dan memecat beberapa oknum yang terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkoba beberapa waktu lalu termasuk dengan beberapa tindakan disiplin terhadap pejabat utama yang terbukti telah melanggar disiplin saat menjalankan tugasnya, mau tidak mau mereka (para oknum) harus menerima ganjaran atas perbuatan yang telah dilakukan.
Tidak bisa dipungkiri bahwa mutasi jabatan sangat diperlukan dalam penyegaran jabatan agar para pemegang suri teladan dapat lebih berkarya pada karir yang diembannya dengan aneka perubahan tugas dan tempat berbeda, sehingga nantinya adaptasi buruk tidak dapat bertahan lama serta awet sedemikian rupa.
Termasuk dengan kasus kerangkeng oknum Bupati Langkat Nonaktif yang terbongkar usai dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi kepala daerah, dalam hal ini Polda Sumut gencar mengungkap kasus yang cukup membuat gempar penduduk kota sejuta ketua ini.

BACA JUGA :   Presiden Ajak Masyarakat Tetap Waspada Hadapi Omicron

Guna menjaga situasi Kamtibmas yang aman dan nyaman di jalan raya, Polda Sumut juga melakukan berbagai operasi dan kegiatan untuk mengantisipasi aksi balap liar, tawuran serta tindakan begal yang sangat meresahkan masyarakat, Medan sebagai ibukota Sumut masuk dalam kategori kota besar dengan penghuni berbagai latar belakang profesi, aksi begal merenggut nyawa berhasil diungkap Polda Sumut dengan para pelaku beberapa pemuda masih berstatus pelajar diamankan usai keberadaannya tercium pihak kepolisian.
Secara garis besar, para pemuda dan remaja bernuansa labil sangat perlu perhatian khusus, di usia mencari jati diri, pemerintah dan pihak keamanan diminta harus konsentrasi memberikan ruang agar pemuda dan remaja dapat berekspresi dengan eksistensi gaya hidup yang lebih terarah lewat kegiatan-kegiatan positif. Kendati demikian, peran orangtua untuk selalu memperhatikan anak boleh dikatakan wajib mengetahui perkembangan sang anak dalam lingkungan dan pergaulannya supaya tumbuh dengan semangat muda sebagai generasi penerus bangsa.

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) sempat melanda Indonesia sejak ditiadakannya Premium, dimana Pertalite pada saat itu hingga kini menjadi satu pilihan favorit disebabkan lonjakan harga bahan bakar minyak jenis Pertamax, menyikapi hal ini Polda Sumut dan jajaran gencar melaksanakan patroli di setiap SPBU demi menghindari permainan bahan bakar minyak khususnya minyak subsidi oleh para konsumen nakal, apalagi BBM jenis solar yang sulit didapat, pihak kepolisian sampai sejauh ini tetap melakukan monitoring dan pengawasan. Di sisi lain untuk kelangkaan minyak goreng, Polri memberikan instruksi kepada siapapun yang terbukti menimbun minyak goreng akan diberi sanksi tegas, sampai kini monitoring kelangkaan serta ketersediaan minyak goreng senantiasa terus dilaksanakan Polda Sumut berikut jajarannya.
Pihak kepolisian berjibaku dengan mengontrol harga minyak goreng yang cukup stabil hingga hari ini demi kemudahan masyarakat dalam memperoleh minyak goreng sebagai salah satu bahan pokok.

Aksi Polda Sumut dan jajaran dinilai cukup baik saat dibolehkan mudik pasca masa pandemi sebelumnya masih dilarang, berbagai rekayasa lalulintas digelar dalam upaya mengatasi kemacetan lalulintas di puncak arus mudik maupun arus balik jelang dan usai lebaran lalu, melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat diharapkan dapat tercapai menurunnya angka kecelakaan lalulintas di wilayah hukum Polda Sumut pada saat itu.
Kehadiran Irwasum Polri didampingi Kapolda Sumut turut mewarnai monitoring kegiatan arus balik di gerbang pintu exit tol Tebing Tinggi, dimana kala itu personel Polda Sumut beserta jajaran berpartisipasi aktif agar masyarakat yang menjalankan mudik dan arus balik lewat transportasi darat merasa aman nyaman serta lancar.
Bekerja tanpa henti cukup membuat para personel lelah, akan tetapi demi tugas negara hal itu harus dijalankan, transfigurasi institusi Polri sudah mencapai titik puncak untuk menuju Polri yang presisi, bahkan seorang personel pernah berkisah dengan penulis bahwa dirinya saat di bulan Ramadan hingga lebaran Idulfitri belum kumpul dengan keluarga karena kesibukan tugas lewat beberapa kegiatan patroli baik di rumah ibadah, shalat tarawih, patroli subuh melalui patroli skala besar yang rutin dilaksanakan setiap hari, itu pun tak membuat luntur semangat dirinya ketika menumpahkan energi demi pengabdian kepada masyarakat dan negara.

BACA JUGA :   Indra Iskandar Tinjau Persiapan Penyelenggaraan P20 di Kompleks Parlemen

Razia kendaraan bermotor lewat Operasi Patuh Toba yang digelar Polda Sumut dan jajaran tak lagi monoton menindak tanpa peringatan, masyarakat senantiasa diberikan sosialisasi dan bimbingan penyuluhan tentang kampanye keselamatan berlalulintas menyelamatkan anak bangsa, agar masyarakat ditanamkan lebih disiplin dalam menggunakan kendaraan di jalan raya, rasa kekhawatiran masyarakat mulai terkikis saat personel Bhabinkamtibmas sangat aktif di semua sudut penjuru negeri ini, bakti para petugas membuat masyarakat jauh lebih nyaman dalam kondisi tentram manakala ada permasalahan yang bisa diselesaikan lewat problem solving tanpa harus sampai ke meja hijau, setidaknya Bhabinkamtibmas adalah merupakan ujung tombak pelayanan Polri yang bersentuhan langsung kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan diantaranya monitoring vaksinasi, pengamanan penyaluran BLT, monitoring minyak goreng, dan belakangan ini khususnya untuk para peternak, personel Bhabinkamtibmas gencar melakukan sosialisasi dan edukasi tentang pertolongan pertama dalam mengatasi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), meski jenis wabah ini hanya menular kepada hewan ternak namun harus tetap diwaspadai.

Antusiasme masyarakat dalam niat menyampaikan aspirasi masih bisa dikatakan cukup tinggi, responsif Polri terhadap itu bahwa Polri juga telah menggelar lomba mural beberapa waktu lalu, dan kini dalam menyambut HUT Bhayangkara ke-76 tahun 2022, Polri menggelar berbagai lomba kreasi dan festival musik.
Masyarakat dapat menyalurkan aspirasi dan ekspresi melalui beberapa lomba kreasi Setapak Perubahan Polri antara lain lomba karya bentuk blog, film pendek, vlog, tiktok, konten infografis, fotografi, menulis surat untuk Kapolri dan lomba karya tulis.
Dapat dikatakan ajang perlombaan ini merupakan wadah aspirasi masyarakat yang cukup peduli dengan segala interaksi antara Polri dan masyarakat agar seluruh ekspresi dapat tersalurkan menuju Setapak Perubahan Polri yang lebih baik lagi.
Polri dapat memahami segala bentuk niat masyarakat yang ingin dan akan menyampaikan segala pesan kesan terhadap kinerja Polri seutuhnya, mari bersama kita sambut Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-76, semoga bertambahnya usia bisa menambah kematangan Polri untuk selalu berbuat baik menuju Polri yang presisi. (***)

Tulisan ini dalam rangka mengikuti lomba narasi karya tulis HUT Bhayangkara ke 76 tahun 2022.

Beri Komentar Dung!

%d blogger menyukai ini: