Mengenal Serangan Kanker Tulang Dalam Tubuh

Bagikan Dong!

Indometro.club –

Kanker tulang adalah jenis kanker yang muncul pada sel-sel di dalam tulang. Kanker tulang dapat menyerang tulang mana pun di dalam tubuh, tetapi umumnya muncul di tulang panggul, tungkai, dan lengan.

Melansir Alodokter, kanker tulang tergolong kondisi yang jarang terjadi, yaitu hanya sekitar 1% dari seluruh penderita kanker. Kondisi ini dapat dialami oleh seluruh kelompok usia, tetapi lebih sering terjadi pada anak-anak, remaja, dan dewasa muda.

Tumor yang terbentuk di tulang lebih banyak yang jinak daripada yang ganas. Namun, jika berkembang, sel kanker dapat menghancurkan tulang. Akibatnya, tulang menjadi rapuh dan mudah patah.

Jenis Kanker Tulang
Kanker tulang terbagi dalam beberapa jenis, yaitu:

  1. Osteosarcoma
    Osterosarcoma merupakan jenis kanker tulang paling sering terjadi. Kanker tulang ini berkembang di sel tulang lengan, tungkai, dan panggul.

Osteosarcoma lebih sering terjadi pada usia 10–30 tahun dan lebih banyak dialami oleh pria dibandingkan wanita.

  1. Chondrosarcoma
    Jenis kanker tulang ini berkembang di sel tulang rawan pada area lengan atas, bahu, rusuk, panggul, dan paha. Chondrosarcoma lebih sering terjadi pada wanita berusia di atas 40 tahun.
  2. Sarkoma Ewing
    Jenis kanker tulang ini umumnya berkembang di tulang panggul, tulang paha, dan tulang kering. Sarkoma Ewing lebih sering terjadi pada usia 10–20 tahun. Hanya 10% dari kasus sarkoma Ewing yang dialami oleh orang dewasa berusia 20 tahun ke atas.
  3. Chordoma
    Jenis kanker tulang langka ini umumnya muncul di dasar tulang tengkorak atau di dasar tulang belakang, serta cenderung tumbuh perlahan. Chordoma paling sering menyerang pria berusia 30 tahun ke atas.
  4. Fibrosarcoma
    Fibrosarcoma adalah jenis kanker tulang yang lebih sering berkembang di jaringan lunak daripada di tulang. Namun, terkadang jenis kanker ini dapat terjadi di tulang lengan, kaki, atau rahang. Fibrosarcoma umumnya ditemukan pada orang dewasa berusia 40 tahun ke atas.
  5. Giant cell tumor
    Sebagian besar giant cell tumor bersifat jinak, tetapi agresif. Jenis kanker tulang ini umumnya menyerang tulang lengan dan tulang tungkai dekat lutut. Tumor ini jarang menyebar ke bagian tubuh lain yang jauh, tetapi sering muncul kembali meski telah diangkat.

Penyebab Kanker Tulang
Penyebab pasti kanker tulang belum diketahui. Akan tetapi, kondisi ini diduga dipicu oleh perubahan atau mutasi pada gen pengendali pertumbuhan sel. Mutasi tersebut menjadikan sel tumbuh secara tidak terkendali dan membentuk tumor di tulang.

BACA JUGA :   Mari Simak Cara dan Manfaat Bangun Pagi Untuk Kesehatan

Sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terserang kanker tulang adalah:

  • Menderita kelainan genetik yang disebut sindrom Li-Fraumeni
  • Menderita kelainan genetik, seperti sindrom Rothmund-Thomson, sindrom Werner, sindrom Bloom, atau anemia Diamond–Blackfan
  • Menderita penyakit Paget, yaitu suatu kondisi ketika tulang menjadi lemah
  • Memiliki riwayat kanker mata (retinoblastoma)
  • Pernah menjalani transplantasi sumsum tulang atau radioterapi
  • Terpapar bahan radioaktif, seperti radium dan strontium

Gejala Kanker Tulang
Ada tiga tanda dan gejala utama kanker tulang, yakni:

Nyeri
Penderita kanker tulang akan merasakan nyeri pada area tulang yang terkena. Awalnya, nyeri hanya terasa sesekali, tetapi akan muncul makin sering seiring pertumbuhan kanker. Nyeri akan makin terasa saat bergerak dan biasanya memburuk di malam hari.

Pembengkakan
Pembengkakan dan peradangan muncul di area sekitar tulang yang terkena kanker. Apabila pembengkakan terjadi di tulang dekat persendian, penderita akan kesulitan bergerak, mengangkat beban, atau berjalan.

Tulang rapuh
Kanker tulang menyebabkan tulang menjadi rapuh. Bila makin parah, cedera ringan saja dapat menyebabkan patah tulang.

Beberapa gejala lain yang dapat menyertai tiga tanda utama di atas adalah:

Berat badan turun tanpa sebab
Berkeringat di malam hari
Demam lebih dari 38°C
Kurang darah (anemia)
Tubuh mudah lelah
Sensasi kebas atau mati rasa, bila kanker muncul di tulang belakang dan menekan saraf
Sesak napas, bila kanker tulang menyebar ke paru-paru
Perlu diketahui, nyeri tulang pada orang dewasa terkadang disalahartikan sebagai radang sendi. Sedangkan pada anak-anak dan remaja, kondisi ini kadang dianggap sebagai efek samping pertumbuhan tulang.

Kapan harus ke dokter
Segera periksakan ke dokter bila Anda atau anak Anda merasakan nyeri tulang yang hilang-timbul, mengalami nyeri yang memburuk di malam hari, atau nyeri yang tidak membaik meski telah mengonsumsi obat pereda nyeri.

Selain itu, segera juga periksakan ke dokter bila mengalami pembengkakan dan benjolan pada tulang atau sendi.

Diagnosis Kanker Tulang
Dokter dapat menduga pasien menderita kanker tulang bila mengalami sejumlah gejala yang telah dijelaskan sebelumnya. Namun, untuk memastikannya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yang diikuti dengan beberapa pemeriksaan lanjutan, yaitu:

  1. Tes darah
    Meski tidak selalu diperlukan untuk mendiagnosis kanker tulang, tes darah tetap dapat dilakukan untuk membantu dokter menentukan stadium kanker.
  2. Pemindaian
    Dokter dapat melakukan pemindaian dengan foto Rontgen, MRI, atau CT scan. Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk:
BACA JUGA :   Masyarakat Diminta Tidak Panik Atas Kasus Perdana Varian Omicron di Indonesia

Mengetahui tingkat kerusakan tulang akibat kanker
Memeriksa apakah terjadi pertumbuhan tulang baru
Memeriksa apakah kanker telah menyebar ke organ lain
Melihat lokasi dan ukuran kanker dengan lebih jelas
Memastikan gejala tidak disebabkan oleh kondisi lain, seperti patah tulang

  1. Pemeriksaan radionuklir
    Jika diperlukan, dokter akan menggabungkan pemeriksaan foto Rontgen dengan penyuntikan bahan radioaktif ke dalam pembuluh darah. Bahan radioaktif akan diserap lebih cepat oleh tulang sehingga membantu dokter melihat area yang terkena kanker dengan lebih jelas.
  2. Biopsi
    Biopsi dilakukan dengan cara mengambil sampel jaringan tulang yang terkena kanker untuk diperiksa di bawah mikroskop. Selain dapat menentukan jenis kanker tulang yang diderita pasien, biopsi juga dapat mendeteksi stadium dan penyebaran kanker. Biopsi dapat dilakukan dengan operasi lubang kunci atau bedah terbuka.

Pemeriksaan di atas juga digunakan untuk menentukan stadium atau tingkat keparahan kanker.

Ada empat stadium dalam kasus kanker tulang, yaitu:

Stadium 1
Pada tahap ini, kanker belum menyebar dan masih di satu area tulang.
Stadium 2
Sel kanker sudah mulai membesar, tetapi belum menyebar ke jaringan lainnya.
Stadium 3
Kanker sudah menyebar ke lebih dari satu area pada tulang yang sama.
Stadium 4
Kanker telah menyebar ke jaringan dan organ lain, seperti paru-paru, hati, atau otak.
Pengobatan Kanker Tulang
Pengobatan kanker tulang tergantung pada jenis, tingkat keparahan, dan lokasi kanker. Metode pengobatannya antara lain operasi, kemoterapi, dan radioterapi. Berikut adalah penjelasannya:

  1. Operasi
    Operasi bertujuan untuk mengangkat bagian tulang yang terkena kanker dan jaringan di sekitarnya bila diperlukan. Jenis operasi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kanker tulang antara lain:

Operasi pengangkatan tulang

Operasi pengangkatan tulang dilakukan bila kanker belum menyebar ke luar tulang. Dalam prosedur ini, bagian tulang atau sendi yang terkena kanker akan diangkat, lalu diganti dengan tulang atau sendi buatan dari logam (prostesis).

BACA JUGA :   Mengobati Tekanan Darah Rendah Secara Alami

Amputasi

Amputasi bertujuan untuk mengangkat sebagian atau seluruh bagian tulang yang terkena kanker. Bila diperlukan, amputasi juga dapat mengangkat otot, pembuluh darah, dan saraf di sekitar area kanker.

Amputasi biasanya dilakukan bila kanker telah menyebar ke area lain di sekitar tulang, seperti pada pembuluh darah.

Setelah operasi, pasien disarankan untuk menjalani fisioterapi guna mengembalikan fungsi bagian tubuh yang dioperasi. Dokter juga akan menganjurkan terapi okupasi, untuk membantu pasien melakukan aktivitas sehari-hari.

  1. Kemoterapi
    Kemoterapi adalah pemberian obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Kemoterapi dapat dilakukan dalam beberapa cara, yaitu:

Dikombinasikan dengan terapi radiasi sebelum pasien menjalani operasi (kemoradiasi)
Diberikan sebelum operasi untuk menyusutkan ukuran kanker, agar bisa diangkat tanpa harus menjalani amputasi
Diberikan untuk meredakan gejala (kemoterapi paliatif) pada kanker stadium lanjut
Diberikan setelah operasi, guna mencegah sel kanker tumbuh kembali.

  1. Radioterapi
    Radioterapi adalah terapi yang dilakukan dengan memancarkan sinar radiasi tinggi. Prosedur ini lazimnya dilakukan sebelum operasi guna menyusutkan sel kanker agar lebih mudah diangkat. Radioterapi juga dapat dijadikan opsi untuk mengobati kanker tulang stadium lanjut.

Komplikasi Kanker Tulang
Komplikasi yang dapat terjadi akibat kanker tulang bisa karena penyakit itu sendiri atau karena metode pengobatannya. Komplikasi tersebut antara lain:

Infeksi
Perdarahan akibat efek samping operasi
Komplikasi akibat kemoterapi, seperti rambut rontok, sariawan, mual dan muntah, diare, serta hilang nafsu makan
Komplikasi akibat radioterapi, seperti luka bakar, rambut rontok, gangguan pertumbuhan tulang, dan kerusakan organ
Gangguan emosional dan fisik setelah amputasi
Gangguan pada jantung dan paru-paru
Gangguan pertumbuhan dan perkembangan
Perubahan dalam perkembangan seksual
Kemandulan
Kanker yang tumbuh kembali
Pertumbuhan kanker lain

Pencegahan Kanker Tulang

Kanker tulang termasuk penyakit yang sulit dicegah, karena berkaitan dengan faktor usia, penyakit tulang tertentu, dan kondisi medis lain. Meski begitu, pemeriksaan kesehatan dapat membantu mendeteksi kanker tulang lebih dini.

Makin cepat kanker tulang terdeteksi, kemungkinan sembuh pun dapat lebih besar. Pemeriksaan kesehatan rutin juga sangat disarankan bagi seseorang yang memiliki faktor risiko untuk menderita kanker tulang.

(Alodokter)

Beri Komentar Dung!

%d blogger menyukai ini: