Belum Lama Dibangun, Pekerjaan Paving Block Desa Ujung Negeri Hulu Sudah Rusak

Bagikan Dong!

Serdang Bedagai, Indometro.club –

Belum lama dibangun, pekerjaan pembangunan jalan paving block menggunakan Dana Desa (DD) TA 2021 di Desa Ujung Negeri Hulu Kec Bintang Bayu Kab Sergai sudah rusak sedemikian rupa, pekerjaan tersebut mengalami kerusakan di beberapa titik, diduga pekerjaan pembangunan jalan paving block itu tidak sesuai teknis sehingga terkesan asal jadi dan amburadul, hal ini disampaikan Togi Saragih kepada media usai mengkonfirmasi warga setempat, Senin (4/7/2022).

Menurut Togi Saragih selaku sosial kontrol dan juga Kabiro Tabloid Mitra Polda Unit Polri Kab Serdang Bedagai yang belum berhasil mengkonfirmasi Kades Ujung Negeri Hulu tersebut, bahwa hal ini terungkap saat dirinya mendengar keluh kesah masyarakat serta saat memantau pekerjaan pemasangan paving block yang dibangun sejak akhir tahun 2021 itu sudah hancur dan berserakan, bahkan saat Ia mencari papan informasi atas pekerjaan itu tidak ditemukan sehingga tidak tahu berapa jumlah nilai anggaran pekerjaan tersebut.

“Baru berusia kurang lebih 6 bulan lamanya, pekerjaan yang bersumber dari Dana Desa (DD) atau dari uang pajak rakyat, bangunan tersebut sudah bobrok alias amburadul sudah pada hancur dan rusak berat” ungkap Togi.

Togi menyebut mengapa oknum Kades Ujung Negeri Hulu berinisial Am tersebut tidak takut kepada perintah Presiden Joko Widodo yang jelas-jelas menegaskan kepada seluruh kades di Indonesia untuk jangan coba-coba bermain main terkait bangunan memakai Dana Desa.

“Ada apa di balik ini?, oknum Kades tersebut tidak mengindahkan ucapan Presiden, apakah Kades ini kebal hukum atau bagaimana, Dana Desa ini bukan untuk kepentingan pribadi, Dana Desa adalah untuk kesejahteraan masyarakat, Ini asal cair Dana Desa tetap bangunan di desa asal jadi alias bobrok dan tidak berkualitas selalu, hanya hitungan bulan usianya sudah rusak” sebut Togi keheranan.

BACA JUGA :   Pemkab Sergai Gelar Sosialisasi Pemilihan Kepala Desa Tahun 2022

Bukan hanya itu, Togi juga mendengar informasi dari warga yang dikenal dengan Kampung Raja Bulu itu, bahwa oknum Kades Am memiliki dua istri, sehingga diduga Dana Desa terkesan sering disalahgunakan.

“Setiap istri dua pasti banyak uang keluar sehingga setiap cair dana desa terindikasi mengalir ke istri kedua, tidak usah munafik itu pasti, bahkan istri dua diberi modal jualan nasi di Dolok Manampang Kec Dolok Masihul Kab Sergai” jelas Togi.

Kembali ditegaskan Togi, dalam waktu dekat ini dirinya akan melayangkan surat laporan dugaan penyalahgunaan anggaran Dana Desa kepada pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu). Sebab, imbuh Togi, kalau hanya sebatas Kejaksaan Negeri (Kejari) dikhawatirkan tidak diproses, hal ini karena Ia sudah pernah membuat surat untuk di tujukan Kejari, namun hanya berjalan di tempat.

“Itulah pengalaman saya selama ini, harapan saya selaku sosial kontrol bersama warga, agar supaya Am oknum Kades Ujung Negeri Hulu segera diproses secara hukum biar ada efek jera, begitu juga kepada Kades-kades lainnya karena terduga sudah merugikan uang negara ratusan juta rupiah” cetusnya.

(IY)

Beri Komentar Dung!

%d blogger menyukai ini: