Begini Penjelasan Pangkat Golongan PNS Serta Besaran Tunjangan Terbaru 2022

Bagikan Dong!

Jakarta, Indometro.club –

Pegawai Negeri Sipil atau PNS masih menjadi pekerjaan idaman banyak orang. Meski sudah bermunculan startup alias perusahaan rintisan, PNS tetap menjadi primadona. Gaji tetap, jenjang karir, hingga tunjangan dan jaminan masa tua adalah beberapa alasan kuat masih banyak orang tua yang meminta anaknya menjadi PNS.

Melansir CNBC Indonesia, PNS bisa dibilang sebagai cita-cita banyak orang. Buktinya, banyak orang mendaftar saat seleksi CPNS dibuka. Namun, Anda harus paham bahwa negara memberikan gaji dan tunjangan PNS sesuai pangkat golongan. Sebelum lebih jauh membahas pangkat golongan PNS serta besaran gaji dan tunjangan terbaru, mari mengenal apa itu PNS.

Dalam definisinya PNS alias Pegawai Negeri Sipil adalah pegawai yang telah memenuhi syarat tertentu, lalu diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan. PNS adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang mempunyai hak untuk memperoleh gaji dan tunjangan sesuai dengan pangkat golongan PNS yang mereka miliki. Singkatnya, PNS adalah orang yang bekerja di bawah naungan pemerintah ataupun negara.

Dan pada dasarnya, PNS terbagi menjadi dua kategori, yakni PNS pusat dan daerah. PNS pusat biasanya bekerja pada daerah pemerintahan pusat sesuai perundang-undangan yang berlaku, sementara PNS daerah bekerja di tingkat daerah otonom seperti pemerintah provinsi ataupun pemerintah kabupaten/kota.

Anda harus mengikuti serangkaian seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) jika ingin menjadi PNS. Jika lolos, Anda bakal bertugas untuk mengabdikan diri sebagai CPNS sebelum akhirnya dilantik secara resmi menjadi PNS.

Pangkat Golongan PNS

Berdasarkan Peraturan Kepala BKN Nomor 35 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Karier PNS, pangkat golongan PNS disusun berdasarkan prinsip kepastian, profesionalisme, dan transparan. Dalam karier abdi negara, pangkat golongan PNS sangat dipengaruhi oleh waktu lamanya mengabdi, diklat jabatan yang pernah diikuti, kompetensi, pendidikan, serta prestasi dari PNS bersangkutan.

Sementara khusus untuk diklat jabatan, ini diikuti oleh PNS dalam jabatan yang berfungsi untuk meningkatkan keterampilan dan keahlian di bidang tugasnya. Jenis-jenis diklat yang ada pada PNS adalah diklat jabatan fungsional dan diklat jabatan struktural.

Setidaknya ada tiga kenaikan pangkat dalam organisasi ASN, yakni kenaikan pangkat reguler setiap empat tahun, kenaikan pangkat pilihan jabatan fungsional, dan kenaikan pangkat jabatan struktural.

Golongan PNS

Golongan PNS akan sangat berpengaruh pada jumlah gaji pokok dan tunjangan yang diterima. Di dalam struktur PNS, ada empat golongan yang dibedakan dengan nama, yakni Golongan I (Juru), II (Pengatur), III (Penata), IV (Pembina).

Setiap golongan PNS dibagi menjadi beberapa pangkat di dalamnya. Beberapa pangkat dalam golongan PNS terbagi atas A, B, C, D. Sebagai contoh, IA, IB, IC, dan ID. Namun, khusus untuk golongan IV ada 5 ruang, yakni IVA, IVB, IVC, IVD, dan IVE.

BACA JUGA :   Presiden Jokowi Bagikan Sembako kepada Warga Sekitar Istana Tampaksiring Bali

Dilihat dari strata pendidikan, Golongan I adalah pangkat golongan terendah dalam struktur birokrasi PNS. Umumnya, golongan ini berasal dari lulusan SD dan SMP. Bagi yang memiliki ijazah SMA hingga D3 berada di Golongan II. Lalu, lulusan S1 atau setara D4 hingga S3 masuk dalam Golongan III. Sementara, Golongan IV adalah puncak karier PNS.

Untuk penyebutan pangkat golongan dan ruang ini pertama kali ada di Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2000. Berikut rincian golongan PNS:

Golongan I (Juru)

IA adalah Juru Muda
IB adalah Juru Muda Tingkat 1
IC adalah Juru
ID adalah Juru Tingkat 1
Golongan II (Pengatur)

IIA adalah Pengatur Muda
IIB adalah Pengatur Muda Tingkat 1
IIC adalah Pengatur
IID adalah Pengatur Tingkat 1
Golongan III (Penata)

IIIA adalah Penata Muda
IIIB adalah Penata Muda Tingkat 1
IIIC adalah Penata
IIID adalah Penata Tingkat 1
Golongan IV (Pembina)

IVA adalah Pembina
IVB adalah Pembina Tingkat 1
IVC adalah Pembina Utama Muda
IVD adalah Pembina Utama Madya
IVE adalah Pembina Utama

Gaji PNS
Gaji PNS diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2019 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS). Gaji PNS terdiri dari gaji pokok ditambah dengan sejumlah tunjangan.

Selama masih berstatus CPNS, besaran gaji yang diterima adalah 80 persen dari total gaji PNS. Selanjutnya, menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS), seorang CPNS wajib menjalani prajabatan atau percobaan selama setahun.

Masa prajabatan dilaksanakan melalui proses pendidikan dan pelatihan yang hanya dapat diikuti sekali. Jika CPNS lulus pendidikan dan pelatihan serta sehat jasmani dan rohani, maka akan diangkat menjadi PNS. Setelah sah menjadi PNS, gaji yang diterima akan bakal 100 persen. Berikut rincian gaji pokok PNS berdasarkan PP Nomor 15 Tahun 2019:

Gaji PNS Golongan I (Juru)

IA: Rp 1.560.800-Rp 2.335.800
IB: Rp 1.704.500-Rp 2.472.900
IC: Rp 1.776.600-Rp 2.577.500
ID: Rp 1.851.800-Rp 2.686.500
Gaji PNS Golongan II (Pengatur)

IIA: Rp 2.022.200-Rp 3.373.600
IIB: Rp 2.208.400-Rp 3.516.300
IIC: Rp 2.301.800-Rp 3.665.000
IID: Rp 2.399.200-Rp 3.820.000
Gaji PNS Golongan III (Penata)

IIIA: Rp 2.579.400-Rp 4.236.400
IIIB: Rp 2.688.500-Rp 4.415.600
IIIC: Rp 2.802.300-Rp 4.602.400
IIID: Rp 2.920.800-Rp 4.797.000
Gaji PNS Golongan IV (Pembina)

IVA: Rp 3.044.300-Rp 5.000.000
IVB: Rp 3.173.100-Rp 5.211.500
IVC: Rp 3.307.300-Rp 5.431.900
IVD: Rp 3.447.200-Rp 5.661.700
IVE: Rp 3.593.100-Rp 5.901.200

Tunjangan PNS Terbaru 2022

Masih dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2019 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS), PNS juga berhak mendapat sejumlah tunjangan. Ada berbagai tunjangan yang akan diterima PNS, mulai dari tunjangan kinerja hingga tunjangan anak.

BACA JUGA :   Terbitkan SE, Menteri PANRB Minta ASN Berpartisipasi dalam Sensus Penduduk 2020

PNS bakal memperoleh tunjangan dengan sifat yang berbeda-beda sesuai dengan masa kerja, instansi tempat bekerja, dan jabatan yang dimiliki, baik itu secara struktural ataupun fungsional. Berikut daftar tunjangan PNS terbaru 2022:

  1. Tunjangan Kinerja

Pertama ada tunjangan kinerja alias tukin. Ini adalah tunjangan dengan jumlah terbesar yang akan diterima PNS. Namun, besaran tunjangan kinerja PNS berbeda-beda, tergantung jabatan maupun instansi tempat bekerja.

Saat ini, tukin paling tinggi diperoleh di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan yang diatur dalam Perpres Nomor 37 Tahun 2015. Besaran tunjangan kinerja DJP tertinggi adalah Rp117.375.000 yang didapat oleh pejabat struktural eselon I dengan peringkat jabatan 27. Sementara, golongan terendah menerima tukin sebesar Rp5.361.800.

  1. Tunjangan Suami/Istri

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1977 mengatur soal tunjangan suami/istri ini. Jadi, PNS yang memiliki suami/istri berhak menerima tunjangan ini sebesar 5 persen dari gaji pokoknya dengan catatan keduanya tak sama-sama berprofesi sebagai PNS.

Jika suami atau istri tersebut mempunyai profesi serupa sebagai PNS, maka tunjangan tersebut akan diberikan kepada salah satunya saja sesuai dengan gaji pokok tertinggi yang diperoleh pasangan tersebut.

  1. Tunjangan Anak

Selain mengatur tunjangan suami/istri, PP Nomor 7 Tahun 1977 juga mengatur soal tunjangan anak yang bakal diterima PNS. Besaran tunjangan anak ditetapkan sebesar 2 persen dari gaji pokok, untuk setiap anak.

Namun, tunjangan anak memiliki batasan untuk tiga orang anak saja. Selain itu, tunjangan anak akan diberikan bagi PNS dengan anak yang berumur kurang dari 18 tahun, belum menikah, dan tidak memiliki penghasilan sendiri alias masih dalam tanggungan PNS tersebut.

  1. Tunjangan Makan

Urusan perut PNS juga diatur secara khusus dalam tunjangan makan. Besaran tunjangan makan diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 32/PMK.02/2018 tentang Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2019.

PNS dengan Golongan I dan II bakal mendapat uang makan Rp35.000 per hari. Sementara, Golongan III berhak mendapat Rp37.000 per hari dan terakhir Golongan IV menjadi yang terbesar dengan Rp41.000 per hari.

  1. Tunjangan Jabatan

Selanjutnya, ada tunjangan jabatan. Namun, tunjangan jabatan hanya diterima PNS dengan posisi tertentu atau berada pada jenjang jabatan struktural. Tunjangan ini lebih dikenal sebagai jenjang eselon. Pemberian tunjangan jabatan diatur dalam Perpres Nomor 26 Tahun 2007 tentang Tunjangan Jabatan Struktural.

Besaran tunjangan jabatan terendah adalah Rp 360.000 per bulan untuk eselon VA. Lalu, Rp 490.000 untuk IVB, Rp 540.000 untuk IVA. Sementara, tunjangan sebesar Rp1.260.000 untuk IIIA, dan tertinggi Rp 5.500.000 untuk eselon IA.

  1. Tunjangan Umum

Terakhir, ada tunjangan umum. Tunjangan ini diberikan kepada CPNS dan PNS yang tidak menerima tunjangan jabatan struktural, tunjangan fungsional, atau tunjangan yang dipersamakan dengan tunjangan jabatan.

Tunjangan umum diatur dalam Perpres Nomor 12 Tahun 2006 tentang Tunjangan Umum Bagi Pegawai Negeri Sipil. Besaran tunjangan umum yang diterima adalah Rp 190.000 untuk Golongan IV, Rp 185.000 bagi Golongan III, Rp 180.000 untuk Golongan II, dan paling rendah Rp 175.000 untuk Golongan I.

BACA JUGA :   7 Arah Kebijakan Prioritas Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2023

Pekerjaan Apa Saja yang Termasuk PNS?
Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa PNS terbagi menjadi dua kategori, yakni PNS pusat dan daerah. PNS pusat biasanya bekerja pada daerah pemerintahan pusat sesuai perundang-undangan yang berlaku, sementara PNS daerah bekerja di tingkat daerah otonom seperti pemerintah provinsi ataupun pemerintah kabupaten/kota.

Bagi Anda yang penasaran pekerjaan apa saja yang termasuk PNS, berikut beberapa pekerjaan yang termasuk PNS:

  1. Guru

Pekerjaan guru yang berstatus sebagai PNS dijamin oleh negara. Selain gaji pokok, guru PNS akan mendapatkan tunjangan berupa Tunjangan Kinerja Daerah (TKD). Gaji dan tunjangan tersebut bergantung pada golongan dan masa kerjanya.

  1. Dosen

Ada dosen yang termasuk PNS dan ada juga dosen swasta. Bagi Anda yang ingin menjadi dosen dan termasuk PNS, harus sudah mengambil S2 agar bisa masuk ke Golongan IIIB. Dosen dengan status PNS bisa mendapatkan gaji pokok Rp2.688.500-Rp 4.415.600 tergantung masa kerja.

  1. Camat

Camat juga menjadi pekerjaan yang termasuk PNS. Di sejumlah daerah, untuk menjadi seorang camat setidaknya harus berasal dari Golongan IIID. Selain berstatus sebagai PNS, camat juga harus menguasai pengetahuan teknis pemerintahan dan memenuhi persyaratan kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

  1. Dokter

Dokter PNS umumnya bekerja untuk Kementerian Kesehatan, Kemenristekdikti, Pemerintah kota/provinsi, bahkan bisa juga di Kejaksaan dan Kementerian Agama. Perbedaannya adalah letak penempatannya.

Untuk dokter PNS Kemenkes bakal bekerja di instansi milik Kemenkes, seperti RSUP, Poltekkes Kemenkes, dan KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan). Sementara, dokter PNS Pemprov atau Pemda bekerja pada instansi Pemprov/Pemda, seperti RSUD, Puskesmas, Dinas Kesehatan, dan lain-lain.

  1. Perawat

Terakhir, ada perawat yang juga merupakan pekerjaan yang termasuk PNS. Umumnya, ada dua jenis perawat, yakni lulusan D3 Keperawatan serta perawat profesi yang setidaknya harus sudah lulus S1 Keperawatan.

Beda PNS dan ASN

Kemungkinan masih banyak yang bingung membedakan istilah PNS dan ASN. Anda mungkin selama ini berpikir bahwa PNS dan ASN adalah status kepegawaian yang sama. Lantas, benarkah begitu?

Pengertian ASN dijelaskan dalam UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. ASN adalah profesi bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang bekerja pada instansi pemerintah.

Maka bisa disimpulkan bahwa ASN merujuk pada profesi yang terdiri dari dua status kepegawaian yang berbeda, yakni PNS dan PPPK. Setiap PNS sudah pasti ASN, sedangkan ASN belum tentu PNS karena bisa saja dia adalah seorang PPPK. (*)

CNBC Indonesia

Beri Komentar Dung!

%d blogger menyukai ini: