Baru Dibangun, Jalan Lapen di Nagori Bandar Masilam Sudah Muncul Tanda Akan Rusak

Bagikan Dong!

Simalungun, Indometro.club –

Pembangunan jalan lapen di Huta Tujuh Nagori Bandar Masilam Kab Simalungun yang baru dibangun dan masih berusia hitungan hari sudah munculkan tanda-tanda akan rusak, hal ini sesuai pantauan awak media, Rabu (3/8/2022).

Demikian disampaikan Togi Saragih selaku Kabiro Tabloid Mitra Polda Unit Polri kepada media lainnya, Ia menuturkan hal tersebut terungkap saat warga setempat melaporkan kepadanya, bahkan papan informasi anggaran pekerjaan juga tidak kelihatan sama sekali di sekitar lokasi bangunan jalan itu.

Dijelaskan Togi, selanjutnya Ia beranjak ke kantor Nagori Bandar Masilam untuk melakukan upaya konfirmasi kepada Pangulu (Kepala Desa,red), namun disayangkan Pangulu berinisial WS tersebut tidak berhasil ditemui, kemudian Togi mencoba menghubungi lewat seluler, akan tetapi tidak aktif.

Tak putus asa, usai itu Togi mencoba menghubungi Camat Bandar Masilam melalui aplikasi WhatsApp namun tidak ada balasan ataupun diangkat, ” hp nya aktif namun tidak diangkat ketika di WA juga aktif dan tercentang warna biru, namun tidak juga di balas, ada apa di balik ini apakah sudah kongkalikong apa bagaimana” ungkap Togi heran.

Togi mengakui sebelumnya Ia sudah mengirim video bangunan jalan lapen yang diduga bobrok tersebut, akan tetapi tidak ada respons sama sekali terkait bangunan lapen yang dibangun sejak bulan Juli 2022 bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2022.

“Kenapa Pangulu ini tidak takut himbauan dari Presiden Jokowi yang sudah berulang kali mengatakan jangan coba coba bermain main terhadap Dana Desa, bahkan sudah viral baik itu di televisi, media online ataupun media cetak” tambah Togi.

Lebih dalam Togi mengungkapkan hal ini akibat diduga kurangnya pengawasan pihak terkait, kualitas proyek lapisan penetrasi (Lapen) yang berada di Huta Tujuh Nagori Bandar Masilam yang baru saja selesai dibangun beberapa hari lalu, kini sudah terlihat tanda akan rusak dibeberapa titik.

BACA JUGA :   Kapolres Simalungun dan Siantar Berikan Suprise HUT TNI Ke 76 Dari Kapoldasu Ke Danrem, Dandim, Wadan Rindam, Dandenpom dan Batalion 122/TS

“Dana Desa itu diperuntukkan kesejahteraan masyarakat bukan mensejahterakan oknum pangulu atau perangkat perangkatnya” imbuh Togi.

Bahkan kemudian daripada itu, menurut laporan warga, oknum Pangulu tersebut juga melakukan pembelian bibit kelapa dengan harga melambung tinggi atau mark-up.

“Satu pokok bibit kelapa dibeli dengan harga Rp 100 ribu di kali 500 pokok, ini kan jelas mark-up padahal harga bibit kelapa di pasaran cuma sekitar Rp 20 ribu per pokok” katanya.

Dalam waktu dekat ini, Togi Saragih selaku sosial kontrol dan Kabiro Tabloid Mitra Polda Unit Polri akan melayangkan surat kepada inspektorat, PMD, Kajari bahkan sampai kepada Radiapoh Sinaga Bupati Simalungun.

“Apabila persoalan ini tidak juga ada respons dan keterangan yang jelas, maka saya akan menyurati Kajatisu bahkan sampai kepada bapak Gubernur Sumut” tegasnya.

Selain itu Togi Saragih juga meminta kepada Kajari Simalungun agar segera memanggil dan memeriksa oknum Pangulu Bandar Masilam sebab diduga sudah merugikan negara ratusan juta rupiah dengan beberapa dugaan korupsi.

(IY)

Beri Komentar Dung!

%d blogger menyukai ini: